Oh, Awan

I’ve never met you.
But there are a lot of things I want to tell you.

Trains and books.
Music and toys.
Manmade satellites and humans’ greed.
Raindrops and capitalism.

There are a lot of things to talk about.
There are a lot of minerals and stars, ready to be named.
There are complex issues, wanting to be solved.
There is a lot of love, worth living.
And you know, there are a lot of trees (and clouds) to stare at.

But you are no longer here.
All words become winds, that whisper once in awhile.
You’ve gone already and become one of the stars itself.

You,
in the loving memory, that we haven’t made.
In our stories, that we never remembered.

6 Agustus 2023

Mengikuti Kelas Daring Coursera – Apa dan Bagaimana

Sudah sebulan ke belakang, saya mengikuti kelas online via Coursera dan hari ini saya berhasil menyelesaikannya. Ini pertama kalinya saya mengikuti kelas daring semacam ini, yaitu yang benar-benar ada dosennya dari universitas luar negeri dengan topik social science. Saya sendiri sering ikutan workshop daring, mulai dari Skillshare, Domestika, maupun kelas Lingkaran dan Tempo. Tapi kebanyakan topiknya berhubungan dengan dunia kreatif.

Sebenarnya, saya sempat berpikir apakah saya mampu mengikuti kelas online di antara kesibukan di rumah? Apakah saya masih bisa belajar hal baru yang ada embel-embel science, critical thinking, dll, dst? Tapi lagi-lagi, sepertinya saya selalu memandang rendah diri sendiri. Saya tahu kelas daring semacam ini bukan hal baru buat sebagian orang tapi buat saya, ini sebuah pencapaian yang mungkin akan selalu saya ingat.

Saya ingin menuliskan post ini secara lebih universal, karena saya ingin lebih banyak orang bisa mengambil segala hal yang baik dari pengalaman ini. Jadi, saya akan membuatnya dalam format yang mudah, yaitu 5W+1H (in no particular order).

Read more

Better That Way

Last August marks the 10th years anniversary of my relationship with my husband. Our marriage is still young (2 years to be exact and I am still not wearing my wedding ring) but turns out, we’ve been for each other for a lot longer. We are, obviously, far from romantic. For any anniversary celebrated, we’re almost arguing on the exact day. There is no dinner, flowers, presents, or even sweet words (I wrote some of course, but maybe it cannot be classified as sweet :)) Maybe, we’re not cut out for that kind of thing. It made me remember this trip.

In 2018, we had a trip to Japan on my birthday month. October, to be exact. I planned a lot of things on my birthday, including my first Shinkansen trip. I’ve been to Japan twice before, but I always keep my budget tight. I chose night bus and local train to substitute the Japan Rail Pass, thus made me never try the bullet train. We are a train maniac, so I thought this would be the perfect time to finally experience the Shinkansen.

Read more

Mulai Lagi

Semua pasti setuju kalau tahun 2020 terasa sangat berat, tetapi berlalu begitu cepat. Tidak terasa, kita sudah memasuki 1/3 tahun terakhir. Anak saya sebentar lagi akan menginjak umur 1 tahun dan saya mulai bisa menikmati dan melakukan kembali banyak hal yang sebelumnya tidak bisa saya lakukan. Mulai dari membiasakan kembali membaca selama 15-30 menit setiap hari, kembali menonton beberapa series Netflix dan Disney+ (I spent a lot on Entertainment this year but we all NEED it, especially right now), mengikuti beberapa course dan webinar, mulai kembali menulis, juga kembali berada di depan Adobe Illustrator. Senang sekali rasanya bisa kembali menciptakan sesuatu, yang entah mengapa membuat saya merasa lebih ‘hidup’.

Walaupun setiap hari masih kejar-kejaran dengan waktu dan sering kelelahan dengan manajemen emosi, saya selalu mengucap sebuah kalimat, it will get easier, it will get better.

Read more

Menuliskan Rasa

Saya melewati banyak momen untuk ditulis selama 2 tahun ke belakang, tapi setelah menjalani masa karantina karena penyebaran virus Covid-19, saya merasa sayang jika tidak menuliskan sesuatu. Hari ini Idul Fitri hari kedua dan mungkin saya nggak akan melupakan momen Idul Fitri tahun ini. Buat saya yang nggak suka keramaian, momen Idul Fitri selalu ditunggu walaupun selalu berhasil bikin anxious. Melewati hari ini dengan hanya suami dan anak, memang tak pernah terbayangkan.

Semenjak penyebaran virus Covid-19, suami saya diharuskan bekerja dari rumah. Walau awalnya saya senang karena ada tandem kalau jagain anak, ternyata justru makin banyak pekerjaan domestik yang harus dilakukan. Anak saya sudah mulai aktif bergerak dan mulai nggak bisa ditinggal. Suami saya juga ternyata nggak sebebas itu untuk diajak tandem menjaga anak karena harus tetap produktif di pekerjaannya. Momennya pun pas dengan menjelang bulan puasa. Sehingga rasanya jadi mudah lelah dan hidup terasa berat sekali. Bulan Ramadhan terasa lambat tetapi juga terasa cepat berlalu. Selepas bulan Ramadhan ini, beban sayapun nggak juga berkurang karena anak saya sudah memasuki usia makan dan membutuhkan makanan pendamping ASI. Haha, what a life :))

Read more