Pagi

Dan kemarin saya merasakan malam dan langit yang tidak berbintang.
Juga keinginan untuk menjejak di tanah yang lain.
Atau tentang mimpi-mimpi yang tertunda di keramaian jalan.
Seperti angan yang menguap di udara-udara pengap.

Selamat pagi, cerita-cerita tentang malam. Selamat berjalan.

Liana & Matt

April 2nd, 2014

Overheard cheesy conversation, during the rain at an amusement park

“You know what happens during the time you’re staring at that rain?”

“Somebody’s throwing a home run with full base and changed the game? The summer turns to autumn? Liam and Noel started to forgive each other and planned a reunion concert at the Hyde Park?”

“Like the one Blur does at 2009? Yeah, that’s not going to happen.”

“Why? It could happen, you know. Like how I started to like the rain. Or you started to eat spinach. Oh please, no one could have imagined you started to eat some green.”

“I started seeing doctors, you know. They’re all suggesting the same thing. Give me some credit for trying to chew those.”

“So what happened then?”

“What?”

“What happened during the time I start staring at the rain?”

“Someone’s falling in love with you.”

“Then, let me pray a million times it would be you.”

Bukan ke Pantai

Seperti kita dan kata-kata yang samar.
Menyembunyikan waktu di tengah gedung-gedung kaca.
Saya ingin melihat padang rumput, bukan pantai.
Saya ingin melihat pelabuhan, bukan pantai.
Saya ingin memancing di danau, bukan pantai.
Lalu menggambar bunga-bunga, hibiscus dan anggrek.
Mewarnainya dengan perangkat lunak.
Lalu membingkainya di dinding kamar.
Di sebelah jendela.
Yang menghadap taman, bukan lagi di tengah gedung-gedung kaca.
Kamu tahu, lebih banyak yang ingin pergi ke pantai.
Tapi saya ingin melihat padang rumput, bukan pantai.

Anggap Saja

Anggap saja kita seirama, maka kita bisa menikmati cerita tentang tenggara dan barat laut secara bersamaan.

Anggap saja kita seirama, maka akan ada nada-nada tentang senja yang tak ubahnya dengan irama fajar.

Anggap saja kita seirama, dan laut mempertemukan kita selayaknya padang rumput.

Toh keduanya mencinta matahari dan merindukan bulan.

Sayangnya kita tak pernah sadar, bahwa perang bukan tentang kita. Tapi tentang irama-irama yang tak berusaha saling mendengar.