Living Hippies

//December 30, 2009//

Kalau ada yang tahu, selama 6 hari kemarin saya sekeluarga jalan-jalan keliling Jawa. Aneh memang, buat keluarga saya untuk bisa sampai kepikiran buat liburan seperti itu. Soalnya keluarga saya adalah tipe keluarga biasa yang setiap harinya selalu di rumah dan jarang sekali untuk setidaknya jalan-jalan ke mall atau makan di luar (kita terbiasa dengan delivery dan makanan ibu yang enak sekali). Kemarin, kita berkesempatan untuk benar-benar jalan-jalan dan semuanya masih terasa aneh.

Kita bertujuan akhir ke Jogja dan memilih untuk memakai mobil. Soalnya barang bawaan untuk 5 orang cukup banyak dan kita berniat untuk membawa oleh-oleh untuk keluarga di Garut (yang bakal dilewati waktu jalur pulang). Selama 6 hari itu, kita menjadikan mobil sebagai rumah kedua. Karena semuanya ada dan dilakukan di mobil. Mulai dari cadangan air yang banyak sekali, tempat makan dan segala macam makanan, tempat menjemur pakaian basah (karena kebanyakan tempat yang kita kunjungi pasti sedang dalam keadaan hujan), tempat main game (pakai batre laptop yang terbatas), tidur (pastinya), dan lain-lain. Semua hal itu jadi mengingatkan saya atas cita-cita saya waktu kecil. Yaitu, LIVING IN A CAR!

Iya, hidup di dalam mobil, seperti para hippie zaman dulu. Mobil yang bakal saya pilih adalah mobil besar macam VW Combi (waktu itu saya terpengaruh sekali sama Mistery Machine-nya Scooby Doo dan jatuh cinta dengan film Little Miss Sunshine). Saya bakal tinggal di mobil dan jalan-jalan keliling dunia dengan si mobil super itu. Saya bakal melakukan segala macamnya di mobil itu dan sayapun nggak perlu punya rumah. Sounds weird, huh? Tapi saya sangat menganggap itu menarik dan menyenangkan! Apalagi setelah melihat salah satu episode Pimp My Ride yang menjadikan bagian belakang VW Combi jadi tempat tidur dengan TV di belakangnya. Yah, mungkin suatu hari. Suatu hari nanti di masa senja, saya bakal mengumpulkan uang tabungan, membeli VW Combi, menjadikannya senyaman mungkin, dan keliling dunia. Tapi mungkin pertama kali, saya harus belajar nyetir dulu ;P

Semarang – Demak – Kudus

//December 26, 2009//

Semarang, sang ibu kota. Berjaya dengan pelabuhan dan bandara. Menghubungkan berbagai nyawa, dengan berbagai kepentingan. Container-container raksasa warna-warni tertumpuk rapi. Beberapa terguling, tak terurus di tengah lapangan. Perahu-perahu layar tertambat rapi. Dengan warna-warni cantik yang membuat berdecak.

Demak, kota wali. Kota yang hanya tercantum di buku sejarah, perlambang kejayaan masa lalu. Mesjid agung Demak bertempat di alun-alun kota, dengan makam para walinya yang terkenal. Beberapa rombongan datang berkunjung, mencantumkan nama untuk berziarah ke tanah makam.

Tiang mesjid Demak terkenal luas. Diceritakan ketika pembangunan mesjid ini, pilar ke-4 kekurangan kayu. Tingginya tidak serupa. Maka dari potongan-potongan kayu yang tersisa, dibuatlah tiang terakhir. Para pelancong datang melihat, menciumi satu persatu tiangnya.

Kudus, kota kretek. Tempat tembakau-tembakau terbaik dilinting rapi.Sebuah pasar berdiri dekat kota, berisi warung-warung makanan yang berjajar. Menikmati soto kudus yang terkenal, menghabiskan malam dengan senyuman. Mendaki gunung jauh ke atas. Gunung Muria, makam para sunan. Kala pagi dinginnya menusuk, ketika hujan kabutnya membumbung. Iring-iringan ojek tak kunjung berhenti. Dengan rompi merah dan nomer punggung. Bersenjata klakson dan teriakan, menjajakan diri sampai larut malam.

 

Pekalongan

//December 25, 2009//

Aktivitas sebuah kota dibangun oleh kebiasaan masyarakat yang hidup di dalamnya. Kota ini adalah Pekalongan, kota batik di Jawa Tengah. Definisi mall adalah deretan ruko dengan swalayan. Jalanan besar dengan banyak pasar grosir batik. Poster besar konser Agnes Monica dan DJ Winky terpampang megah. Di alun-alun, banyak pengendara sepeda. Di sudut-sudut kota, penduduknya bangga berbatik.

Jawa tengah, “alon-alon asal kelakon”. Pantas aktivitas kota ini sangat lambat. Kasir minimarket melayani pelanggan dengan lambat, penjual nasi kebuli menata lauk dengan lambat. Aktivitas sebuah kota dibangun oleh kebiasaan masyarakat yang hidup di dalamnya.

2009 in 500 Words

//December 24, 2009//

Waaah, sudah hampir tahun 2010 rupanya. Hmm, hmm, 2010. Tahun yang mengharuskan gue untuk lulus kuliah :P But there’s just so much beautiful memories on 2009. Why should rush it to 2010?

Tahun 2009 buat gue adalah tahun yang menyegarkan!

The Writing Experience

Tahun kemarin, gue berjanji menulis lebih banyak review film, and I did it! Tahun 2008 adalah tahun pertama gue mencoba menulis review film karena janji sama Tangkas buat bikin review Iron Man. And here I am, the non-stopping-writing-engine. Haha… Omong-omong tentang menulis, gue benar-benar melanjutkan kembali kesukaan gue untuk menulis di tahun ini. Dan entah kenapa, jadi banyak yang suka sama tulisan-tulisan gue (apa gue yang terlalu PD?) Tapi entah kenapa setiap ada yang bilang suka sama tulisan gue, gue jadi lebih semangat untuk menulis lagi. Coba kita lihat. Gue sudah menulis review:

Billy Elliot, Mary and Max, Avatar, UP, Harry Potter and the Half Blood Prince, Inglourious Basterds, 17 Again, Transformer, This is It, LANJUT, Gan!

Wew, lumayanlah ya… Yang gue seneng banget, tahun ini gue mencoba ikutanNanowrimo. Website ini istilahnya adalah writing project yang mengharuskan kita menulis sebanyak 50.000 kata selama satu bulan yaitu bulan November. Gue sudah lama banget mengidam-idamkan untuk ikutan acara ini, sayangnya memang gue belum punya banyak waktu untuk menulis, jadi gue akhirnya menyerah di tengah November. Novel yang gue tulis adalah interpretasi dari film yang pengen gue bikin, yaitu kumpulan cerita pendek berjudul The Tale of Rainbow—Cerita Pelangi. Tapi tahun depan gue pasti ikutan lagi, and that’s just my wish for next year.

The Movie-Watching Experience

Tahun kemarin gue menargetkan nonton lebih banyak film di bioskop. Karena tahun 2008 kemarin gue sadar bahwa gue tidak terlalu banyak ikutan nonton bareng atau sejenisnya, jadi tahun ini akhirnya gue berhasil menonton 18 film di bioskop! Mungkin ada yang bilang itu jumlah yang sedikit, tapi gue mengalami peningkatan secara kuantitas di tahun ini. Film pertama yang gue tonton di tahun 2009 adalah Pintu Terlarang dan yang terakhir adalah AVATAR.

The Unbeatable Journey

Tahun ini adalah tahun pertama gue menjabat sebagai Fungsionaris LFM-ITB. Not much to tell actually, because I don’t want to spoil this one too much. I found light, I found passion, I found (many) children, and too much story to tell. But not today, I promised to write it in April 2010. Hihi ;P

Mangasi Napitupulu. Well yeah, it’s thirty. Why does it feel like seconds? Jangan terlalu banyak makan lagilah kita, bahaya.

The Random Fact

I’ve got my Oktomat! Gue KP di Medco E&P. Gue untuk pertama kalinya ke luar negeri! Waktu itu Kuliah Kerja (Kulker) ke Batam dan Singapura. Tapi ke Singapuranya cuma kamuflase untuk jalan2 semata. Gue jadi tim kampanye Cakahim di himpunan dan mendesign sebuah poster kampanye ala Facebook yang norak tapi banyak yang suka. Sayang Cakahim yang gue dukung nggak menang. Gue menambah tingkat kegaulan dengan punya Tumblrplaying with rainbow. Gue bertemu dengan kakak pengajar Invite34 tercinta, Billy Christian. Huooo, luar biasa!!! Never imagined anything like it before! :)

WOW! Isn’t that a year to remember?

The Bob Lennon – Endoh Kenji

/December 23, 2009//

Semua orang pasti punya tokoh favorit, idola nama kerennya. Ada yang mengidolakan atlet, artis, politikus, Albert Einsten, Mother Theresa, Michael Jackson, dan banyak lagi. Banyak juga yang pasti mengidolakan tokoh komik. Gue suka sekali baca komik, bahkan sampai sekarang. Tapi mungkin bacaan kesukaan gue masih berasal dari para pengarang komik zaman lama macam Naoki Urusawa, Eiichiro Oda, Akira Toriyama, CLAMP dll. Di setiap komik, gue pasti punya tokoh kesukaan, macam Hanamichi dari Slam Dunk, Nobita dari Doraemon, Sawamura-nya Harlem Beat, Luffy dan Zoro dari One Piece, dll. Kali ini, gue mau memperkenalkan salah seorang tokoh idola gue, namanya Endoh Kenji dari serial 20th Century Boys.

Buat para pembaca 20th Century Boys, pasti udah taulah, ya. Soalnya dia adalah tokoh utama di seri ini. Dia adalah seorang pahlawan tanpa tanding. Dia memegang gitar layaknya senapan mesin, dan berhasil menyelamatkan dunia. Endoh Kenji adalah idola gue.

Kenapa? Entah. Di awal cerita, Kenji digambarkan sebagai anak laki-laki biasa yang menggemari music rock tahun 70-an macam Rolling Stone, T-Rex, CCR, dll. Kenji punya segudang imajinasi dan banyak mimpi setinggi langit, yang pada akhirnya tidak bisa diwujudkannya. Kenji bercita-cita jadi musikus terkenal, punya band dan tampil di TV. Tapi pada akhirnya, ia berhenti dari band dan membuka MiniMart. Dia terus gagal dan lari dari masalah. Dia orang biasa yang harus tunduk pada tuntutan zaman dan lilitan hutang. Seiring bergulirnya cerita, Kenji ‘diharuskan’ menyelamatkan bumi, dia pun bangkit dan tidak ada lagi yang mampu menandinginya. Dia selalu mengorbankan dirinya sendiri buat keselamatan banyak orang-orang yang bahkan sebenernya rela mati demi dia. Yang hebat dari Kenji adalah entah kenapa, dia mampu menarik banyak orang. Dia mampu membuat banyak orang percaya padanya. Hanya dengan kepercayaannya, dia mampu menggerakkan banyak orang dan hanya dengan sebuah lagu, ia membuat orang-orang kembali berharap.

Kenji mungkin memang orang biasa, tapi Naoki Urusawa (pengarang komik ini) bisa saja membuat tokoh ‘sekuat’ ini (Kenji gk punya kekuatan aneh2 macam bisa melar atau punya senjata laser, dia diceritakan sebagai ‘manusia biasa’). Luar biasa, luar biasa. Hal inilah yang membuat gue suka sekali sama Kenji, ada satu kalimat yang gue inget, “Orang yang akan bertahan hidup adalah orang yang punya keinginan untuk bertahan hidup.”. Kalau ada yang sempat, coba saja baca komiknya, pasti kalian gk cuma jatuh cinta sama jalan ceritanya yang luar biasa tapi juga suka sama penokohan setiap karakternya yang gk biasa.

Hmm, tahun 2010 sudah di depan mata. Kalau boleh mempunyai harapan, gue pengen seperti Endoh Kenji! :D

Trivia: Dalam serial ini, Kenji membuat sebuah lagu, yang diberi judul Bob Lennon (singkatan dari Bob Dylan dan John Lennon). Di Jepang, rekaman lagu ini dijadikan bonus untuk setiap pembelian komiknya. Lirik aslinya ditulis dalam bahasa Jepang, ini lirik bahasa inggris-nya:

The sun goes down, and I can smell
curry cookin’, somewhere.
How long will we have to walk
before we get home?
Will the croquettes from my favorite shop
still taste the same,
waiting for me?

Night comes down upon the earth,
and I’m hurryin’ home.

They say
the ogres will be laughing next year.
And I say
let ’em laugh all they like.
I’ll keep talkin’ about
five or ten years in the future.
And fifty years later, If I’m still with you.

Night comes down upon the earth,
and I’m hurryin’ home.

Well the rain may fall

and the storms may come
And the spears may fall.
Let’s all go home.
They can’t stop us.
Nobody has the right to stop us

Night comes down upon the earth,
and I’m hurryin’ home.
Night around the world,
the entire world is hurrying home.
And I pray that these days will
continue for you,
forever and ever.