Selamat Bermimpi

//January 24, 2010//

Sudah sampai, tapi tak terasa akan sampai. Darah dan air mata kami curahkan, untuk menciptakan satu momen ini.

Ini, kami titipkan. Mimpi-mimpi yang belum kami dapat. Pencapaian yang tak sanggup kami gapai.

Percayalah anak-anak, bahwa mimpilah yang membawa kami ke sini. Mimpi-mimpi ini jugalah yang akan membawa kalian pergi.

Hai, bocah-bocah kruba 2009! Sudah banyak yang mengucap selamat datang. Jadi kali ini, kami ucapkan

Selamat bermimpi.

 

Makhluk Manja, Brengsek Kalian

//January 21, 2010//

Semua orang mengeluh, akan hal yang seharusnya sepele. Atau harus dibuat sepele. Kalian tidak sadar, banyak orang di luar sana yang lebih punya banyak masalah. Apakah mereka mengeluh seperti kamu?

Hei, itu tidak penting. Kalian pikir, kalian siapa? Terima resikonya, dasar para makhluk manja! Pulang sana ke rumah, main sana ke kubangan! Kalau tidak sadar dari awal, ya sudah, tidak usah memulainya.

Tidak tahu diri!

Kepada semua orang yang mengeluhkan tidak punya waktu untuk bersenang-senang. Hei, lihat sekeliling kalian!

 

20 Januari

//January 20, 2010//

Hara, kerikil, logam, lalu hara lagi. Tak tahu apa yang di bawah, tak pernah ingin tahu.

Ketika hari ini berubah hijau, kami ingin tahu apa arti tatap mata itu. Kenapa kalian masih menginjaknya? Kenapa kalian masih di sini?

Hai, para makhluk biru. Berlarilah kalian, bentuklah lingkaran. Kalian akan beranjak dari sini, dengan pengharapan dan rasa bangga. Angkat kepala kalian, ayo kita bermimpi! Dan buktikan arti goresan tinta itu.

 

18 Januari

//January 18, 2010//

Kami hanya sekumpulan. Bertujuh dan delapan.

Kami hanya makhluk warna-warni, diserang tak berdaya. Dengan senyum di wajah.

Matahari, awan, matahari lagi, lama. Peluh dan keringat, juga erangan keluhan, yang datang bertubi-tubi. Tanpa ampun, hanya ada, sekumpulan yang menemani.

Kemudian, kami berkeliling. Berdiri dalam lingkaran, menyanyi dalam irama, berlari dan berlomba. Dengan rempah di kepala.

Beri kami semangat, dan harapan. Beri kami alasan. Apakah kumpulan tidak cukup? Mungkin kumpulan hanyalah bagian kecil, hanyalah cuilan tanah.

Di sana! Kumpulan lain, persis seperti kami. Terlunta bahagia, tapi tampak kecil seperti kami. Oh, sudahkah kita berkenalan?

Kalau sudah, mari bekerja sama. Dan kita hias langit dengan warna-warni kita.

16 Januari

//January 17, 2010//

Ketika ruang adalah dinding dengan kalimat singkat, ucapan selamat ulang tahun dan raut wajah buatan. Waktu adalah urutan kata terjalin rapi, ataupun tidak. Tidak ada alinea. Hanya dibatasi oleh huruf, angka, mungkin simbol.

Bawa kami ke padang rumput, tanpa alas kaki, tanpa teknologi. Hanya angin dingin, rintik hujan, dan canda tawa. Lari, lari, dan berguling. Kami hanyalah para pengejar tawa, pencari teman, penggelar kebahagiaan.

Ayo berkumpul, menjadi satu, bertemu muka. Tanpa layar dan papan ketik. Bersentuhan tanpa komentar singkat. Tanpa pembatasan karakter, yang hanya dihitung seratus empat puluh.

Ayo, kita berkenalan.