Pretty pictures and quotable captions. A click away and hundred likes. You and me. And the electrical wavelengths between us.
Minggu kemarin, saya kembali berkesempatan untuk datang ke acara Cerita Perempuan yang bertema Self Worth in a Hyperconnected Social Media World. Membahas penggunaan media sosial maupun dampaknya bagi masyarakat modern mungkin tidak ada habisnya. Media sosial secara langsung dan tidak langsung mengubah bagaimana sosialisasi bekerja maupun cara kita memandang banyak hal di dunia. Mulai dari merebaknya social influencer dan bagaimana iklan bekerja, sampai komunikasi antar individu.

Ada beberapa sesi di acara kali ini, dimana dua di antaranya merupakan sesi social experiment. Di sesi awal, kami dipasang-pasangkan dan diperbolehkan ‘mengintip’ isi media sosial pasangan masing-masing. Setelahnya kami harus menuliskan kesan pertama dan apa yang kami rasakan setelah melihat akun media sosial pasangan kami. Lewat sesi ini, saya merasa bahwa tanpa sadar, hal-hal yang kita tampilkan di dunia maya merupakan apa yang ingin kita perlihatkan pada dunia. Kita membuat persona tentang diri, berusaha menggambarkan tentang seperti apa kita dalam keseharian. Tapi, ternyata orang lain belum tentu bisa merasakan hal yang sama atau menangkap sebanyak yang kita kira.




