Kami yang Menyangka

Kami menyangka melihat dunia. Lewat layar-layar kecil yang mengudara.

Kami menyangka tahu perkara. Lewat satu dua kalimat pembuka.

Kami menyangka yang terbuka. Lewat refrain lagu tentang isu radikal.

Kami menyangka yang terdepan. Lewat artikel investasi, logam-logam mulia, surat reksadana, dan pengaturan finansial. Oh, juga surat-surat hutang.

Kami menyangka yang terhebat. Lewat checklist-checklist panjang dalam resume. Foto-foto penanda. Peta-peta berwarna. Konser-konser di bawah hujan.

Kami menyangka yang berbeda. Lewat kepedulian tentang diri kami, masa depan dunia, tentang pendapat-pendapat oposisi.

Kami hanya sedikit tentang cerita.

Halo, para pemuda 20-an. Dari sekian juta pertanyaan di dunia, yang mana yang ingin dipilih ketika bertemu?
Oh, rupanya yang itu-itu saja.

Selamat malam, selamat melukis peta dunia.

Para Penghapus Sejarah

Ketika senja tiba dan matahari mulai terlahap kegelapan malam, sesosok mahkluk menyelinap di antaranya. Ia menapak di tanah, tidak seperti para peri yang memanfaatkan sayap mereka yang berkilau.

Ia mendatangi setiap rumah dan membisikkan sebuah cerita bohong tentang masa lalu. Ia membisikkan kata-kata itu setiap harinya sampai penduduk desa lupa akan cerita yang benar-benar terjadi. Mengabur bersamaan dengan datangnya fajar, tertinggal lewat asap-asap yang menguap dari telinga mereka. Para penghapus sejarah membawa asap-asap tersebut, meniupkannya ke lubang-lubang tanah di hutan atau palung-palung terdalam lautan.

Dan ketika matahari mulai meninggi, tidak ada yang tahu akan apa yang terjadi di masa lalu. Hanya gores-gores samar tentang cerita baru yang ditulis terbalik. Tentang pahlawan-pahlawan yang tidak berjasa, yang menyelinap untuk merapat cahaya. Tentang kejadian yang tidak bermakna. Tentang semua ingatan yang tidak akan kembali.

The Lost Child

I didn’t grow up.

I am child who won’t grow up.

I fly.

I put dust into my feet and, just fly.

Sometimes I just jumped between buildings, finding myself up in the cloud.

I soar through the sky, between the stars and the constellation.

If you ask me why I’m still doing that. I just haven’t found the reason not to.

People always told you to grow up. Let me tell you this.

Tell them, never.

Picnic at The Arctic

There may come a day when we have nothing left to say.
When the conversation stops and we’re facing our defeat.

When the time comes, let’s have a picnic at the Arctic.
On the cold winters or the cool summers.
Looking at the horizons, watching people falling in love with the stars.
Holding the paints, covering grounds with pastel colors.
It is the color of bliss.
Then, let’s just stay for a little while.

Persepsi

Ada tempat-tempat yang tidak bertambah tua.

Ia abadi dalam ruang-ruang waktu.

Hanya kita yang merasa bertambah usia, hanya kita yang merasa telah berubah.

Memory can change the shape of a room; it can change the color of a car. And memories can be distorted. They’re just an interpretation, they’re not a record, and they’re irrelevant if you have the facts.

Leonard Shelby