
The urge of letting go all problems sometimes higher than the possibilities of remembering where you stand. The glimpse of moving images and constant darkness, however, is another story.
Un-rhymed lines and broken heart stories. A poem made over grammar mistakes. Every words between every colors.

The urge of letting go all problems sometimes higher than the possibilities of remembering where you stand. The glimpse of moving images and constant darkness, however, is another story.
There is lie buried in every city. Beneath the concrete and the glass wall. Behind the alley and the slump. Through the sewer and the highroad. Between day and night that overlap beyond the moving technicolor light.
Kamu masih bercerita tentang terumbu karang dan kapal yang berlayar di waktu senja. Ketika waktu melambat, diayun lautan kata. Dan mungkin aku akan bercerita tentang gelap dan cerita bintang yang tak berpendar. Juga para ahli waktu yang tertinggal dalam kegelapan itu.
Mungkin kita tak benar-benar sadar akan waktu.
Membiarkan semua nostalgia dalam lingkupan jarak. Membungkus kata-kata lewat pesan-pesan di stratosfer. Dan menulis semua kata lewat rintik hujan dan bongkahan awan. Kembali ke semua yang nyata ada. Di sentuhan para ksatria cahaya.
Mari kembali ke masa lalu, ketika kita merangkai lagu lewat gemerisik angin. Mari berkenalan dengan embun pagi di waktu fajar. Ketika langit menyenandung cerita kehangatan. Dan semua yang lalu tentang hujan di bulan Juni.
Atau hujan-hujan yang tak bernama.
Para tetua menyimpan lampionnya di bawah lantai, sepanjang hari dan sepanjang tahun. Di saat mereka gelisah, mereka menyalakan lampionnya dan melepaskannya.
Lampion yang dihanyutkan di sungai akan menyampaikan pesan kepada yang telah pergi. Lampion yang diterbangkan ke langit akan menyampaikan harapan ke masa depan. Sedangkan lampion yang disembunyikan di antara bebatuan ikut berubah menjadi batu. Menjadi dendam dan rasa dengki. Tempat munculnya kegelapan dan semua hal buruk yang menyata.
Hari itu, para tetua tidak menyalakan lampionnya. Mereka menyimpannya rapat di bawah lantai dan membiarkan semua kata terbang lewat imaji dan kebisuan.