//May 17, 2010//
Ah, udah nyerahlah. Coba lagi tahun depan.
//May 17, 2010//
Ah, udah nyerahlah. Coba lagi tahun depan.
//May 16, 2010//
Jam 1 kurang, dan jalanan sudah sepi. Saya segera pulang dari kampus. Jalan Cisitu Lama macet (seperti biasa). Sayapun turun dari angkutan umum dan bergegas pergi. Pengendara motor terburu-buru, supir angkutan umum memutar balik, dan jalanan penuh sekali. Saya mampir di Mini Market dan membeli cemilan. Di TV, game pertama sudah dimulai. Hujan tiba-tiba turun. Kata orang hujan pertanda keberuntungan. Tapi kali ini, lawannya China, mungkin keberuntungannya sudah terserap oleh mereka. Saya duduk di depan TV, iklan Esia Ganas berkali-kali diputar. 3 game dan kita kalah, tapi saya paling suka saat-saat seperti ini. Semua orang berteriak satu kata, dan kita tidak peduli siapa di sebelah kita. Apa warna kulitnya atau dialek yang mereka teriakkan. Makian atau dukungan, semua tertelan oleh waktu. Karena pada akhirnya, hanya satu kata yang terdengar, “En-do-ne-sia!”
Indonesia,
dan kita teriakkan lagi kata itu.
Final Piala Thomas 2010, 16 Mei 2010 13.00. China vs Indonesia : 3 – 0.
//May 14, 2010//
Saya ingin melihat sungai, dan memancing di siang bolong.
Saya ingin berlari di hutan bambu, dan membawanya untuk dipilin.
Saya ingin menangkap bebek, dan dimasak dengan sayuran.
Saya ingin memerah sapi, dan berteriak sambil tertawa.
Saya ingin menyelam, dan mengambil bintang laut untuk direbus.
Saya ingin berlari di lumpur, dan basah becek tidak akan jadi masalah.
Memilin jerami, dan menggali gingseng.
Tidak ingin bersentuhan dengan kabel atau alkohol 70%, tisu atau cotton bud.
Saya ingin berpergian dan bermain!
* Efek samping dari menonton Family Outing, I’ll tell you guys about this hilarious show some other time.
//May 10, 2010//
Ada, lalu mengabur dan menghilang.
Pelan-pelan, lalu tak bisa hilang.
Kanan dan kiri tak pernah sama, makanya diciptakan berpasangan.
Ketika dentingan itu menembus koklea, kita tahu bahwa kita sedang mendengar.
Frekuensi dan lebar pita, semuanya adalah hitungan. Membuktikan dan membuatnya nyata.
Tetapi rasa mengalahkan semuanya, dan kita tahu bahwa kita sedang mendengar.
Kenalkan saya dan tugas akhir saya.
Bersalaman dengan rasa dan frekuensi.
//May 09, 2010//
Saya ingin mendongeng seperti mereka.
Berkata dengan spidol biru atau keyboard abu-abu.
Berlagu dengan kertas notes atau layar digital.
Mencipta, untuk yang pertama kali atau kesekian kali.
Toh, keriaannya masih sama.
Banyak orang menemukan tariannya masing-masing. Ada yang menari dalam satu kalimat atau 100 kata.
Mereka mendongeng dan mencipta.
Oh, mereka keren sekali!