Ares dan Genderang Perang

//January 25, 2010//

Hari ini, langit kembali berubah merah. Tetesan darah kembali ditumpahkan ke bumi. Hei dewa, masihkah kau tertawa dalam keceriaan? Masihkah kau merayakan pestamu? Sudahkah kau puas dengan alunan musikmu?

Dentuman irama genderang mengalun syahdu. Bagimu. Bukan bagi kami.

Bagi kami, yang ada hanya tangisan, dan tegakan darah dari para saudara yang berperang.

Wahai Ares, kau pemusik yang jenius. Ritme indah dan nada merdu selalu terlontar dari genderang perangmu.

Wahai dewa, hentikan pestamu!

Karena besok, salah satu dari kami akan merebut genderang itu. Tungggulah pesta kami di bawah nirwanamu.
Inspired by Best Friend Hafidh’s original.

 

Cupid, Sang Pemanah

//January 25, 2010//

Cinta itu buta.

Semua kitab menulis hal itu. Semua prosa dan nyanyian menyerukan hal itu.

Bangunlah, para pencinta. Bukalah mata kalian yang tertutup itu. Sadarkah kalian bahwa semua ini adalah kebohongan?

Kebohongan yang indah, para pujangga bercerita.

Para pencinta menggantung dirinya bersama. Lari menjauhi keluarga dan kerabat. Hanya untuk mengagungkan panah sang dewa asmara. Yang kalian percaya adalah mukjizat.

Tapi bagi sang dewa asmara, panah itu tak berarti apa-apa. Panah itu diarahkan sembarangan, dibuang semena-mena. Karena sang dewa asmara tak dapat melihat, dewa asmara tidak memiliki mata.

Cinta itu buta.

Seperti butanya mata Sang Cupid.

Inspired by Best friend Hafidh’s original.

 

Selamat Bermimpi

//January 24, 2010//

Sudah sampai, tapi tak terasa akan sampai. Darah dan air mata kami curahkan, untuk menciptakan satu momen ini.

Ini, kami titipkan. Mimpi-mimpi yang belum kami dapat. Pencapaian yang tak sanggup kami gapai.

Percayalah anak-anak, bahwa mimpilah yang membawa kami ke sini. Mimpi-mimpi ini jugalah yang akan membawa kalian pergi.

Hai, bocah-bocah kruba 2009! Sudah banyak yang mengucap selamat datang. Jadi kali ini, kami ucapkan

Selamat bermimpi.

 

Makhluk Manja, Brengsek Kalian

//January 21, 2010//

Semua orang mengeluh, akan hal yang seharusnya sepele. Atau harus dibuat sepele. Kalian tidak sadar, banyak orang di luar sana yang lebih punya banyak masalah. Apakah mereka mengeluh seperti kamu?

Hei, itu tidak penting. Kalian pikir, kalian siapa? Terima resikonya, dasar para makhluk manja! Pulang sana ke rumah, main sana ke kubangan! Kalau tidak sadar dari awal, ya sudah, tidak usah memulainya.

Tidak tahu diri!

Kepada semua orang yang mengeluhkan tidak punya waktu untuk bersenang-senang. Hei, lihat sekeliling kalian!

 

20 Januari

//January 20, 2010//

Hara, kerikil, logam, lalu hara lagi. Tak tahu apa yang di bawah, tak pernah ingin tahu.

Ketika hari ini berubah hijau, kami ingin tahu apa arti tatap mata itu. Kenapa kalian masih menginjaknya? Kenapa kalian masih di sini?

Hai, para makhluk biru. Berlarilah kalian, bentuklah lingkaran. Kalian akan beranjak dari sini, dengan pengharapan dan rasa bangga. Angkat kepala kalian, ayo kita bermimpi! Dan buktikan arti goresan tinta itu.