Apa Kemudian Kita Larut Dalam Cerita Ini?

Di perjalanan menjadi tua, kita membuang satu persatu mimpi dan mentoleransi realita.

Entah yang ada di depan mata atau jauh di seberang.

Melewati keramaian, bertemu dengan suara hati.

Berusaha mendengarkan yang sayup.

Yang perlahan tiada.

Apa kemudian kita larut dalam cerita ini?

Dan menjadi para pemeran dalam tiga babak pendek.

Yang lembar demi lembarnya koyak dan tak punya arah.

A Little World

When I went freelance in 2004 it was hard to leave, because you left health insurance. You left 401K’s. But equally my horizon opened, to where I could take on little crusty things, and then take on things that were maybe for no money. But later on trick design into hiring me. So that leap for me was just sort of like, it just really freed me up.

Has freelance always been perfect? Not even close, you know. I’ve had guys stiff me. The client completely do like a big old 180, and you lose all the work you’ve done. But that’s what we’re up against. I’ve found that in my life, working for myself, working with my buddies, has been just more, like a reason to want to get up in the morning. I feel better about it. I feel excited. I feel engaged. I can dream. I turned 40, and your bones hurt, and your back hurts, and your feet hurt, and whatever the hell else.

It doesn’t matter, because I need to make some new little logo for something. I can’t wait to see how the sticker turned out, with the cool little kiss cut in the back, as much as the poster with six colors and flash printing and weird paper, and then how to ship them here. Every time I turn around, there’s something to deal with here. I love that little world I’ve sort of built for myself.

Aaron Draplin

Easy On The Go

Sebenarnya kalau dibanding teman-teman yang lain, saya nggak terlalu sering jalan-jalan dan sepertinya dunia saya masih super kecil. Pekerjaan saya dulu juga nggak menuntut untuk mobile dan dinas kemana-mana. Setiap tahun sebenarnya saya merencanakan ada sekali saja jalan-jalan besar. Tapi semuanya tergantung finansial dan daya beli. Semenjak tahun 2012, saya pribadi menjadwalkan jalan-jalan di bulan Oktober karena bertepatan dengan bulan ulang tahun dan saya suka menghadiahi diri sendiri :)) Tapi tahun ini saya nggak punya rencana, jadi memang nggak kemana-mana selama bulan Oktober kemarin.

Sewaktu jalan-jalan, waktu persiapan favorit saya memang sebenarnya packing. Walaupun kadang ditunda sampai H-1, entah kenapa saya seneng banget kalau disuruh packing. Akhir-akhir ini, saya jadi sering banget kepikiran untuk packing barang-barang di tas. Bahkan kadang saya sampai menulis list barang untuk pergi jalan-jalan selama seminggu. Padahal saya nggak ada rencana jalan-jalan sampai akhir tahun, ataupun akhir tahun depan :))

Hal favorit saya selain packing, tentu saja merencanakan perjalanan. Saya tipe orang yang membuat itinerary setiap jalan-jalan, walaupun nggak sampai detil banget. Setidaknya saya harus punya garis besar mau kemana saja dan naik apa, walaupun pada kenyataan saya nggak selalu strict mengikuti jadwal. Saya masih tipe orang yang suka print peta dalam bentuk fisik karena kadang handphone saya nggak berbanding lurus dengan perkembangan zaman :)) Saya juga jarang membeli SIM card ataupun menyewa WiFi selama perjalanan, jadi kadang nggak terlalu bisa menggunakan GPS ketika mencari tempat. Perkembangan aplikasi di handphone sendiri semakin cepat. Sepertinya ada saja aplikasi baru yang punya fitur baru dan membantu kita dalam kehidupan sehari-hari termasuk jalan-jalan. Bulan September kemarin, Google baru saja meluncurkan Google Trips yang menurut saya inovatif sekali. Iklannya sedang rutin diputar di TV dan saya langsung menginstall nggak lama setelah apps-nya dirilis. Nah kali ini, saya ingin berbagi situs ataupun aplikasi yang sering saya pakai ketika mau jalan-jalan.

Read more

Vague

If I were asked what thing that makes me still writing blog posts in the era of video diary, photo sharing, and instant status, maybe the answer is I want to document life in the way I know best. I want to see how I grow up, what are the most important things that make me want to present here.

5 years ago I was busy telling myself that money isn’t the most important thing in my job. Here I am, a few years later struggling to find one. But as the years go by, I kept a habit of re-reading all my words in a certain time period. I finally find a pattern of how my brain and feelings work. I understand why such things matter in its own timeline.

Last night I wrote how I feel about the yesterday’s demonstration. How I act not to care but still talking about it on chat rooms. How I feel bitter and sad at the same time. How I may really don’t care because I stop watching the news after 2 PM. How I missed a figure who knows the exact things to say in the right sentiment. How I want a religion to be understand in a different way. How I want people to be accepted in a different way. How I want the majority of people to act in a different way. How I wish politics are easier to understand by commoners. Then again, I might really not that care since what I wrote last night consists of only 25 messy words. Or maybe, it’s just another way of my brains and feelings telling me how I really care.

That kind of uncertainty and confusion are the reasons why I still writing here.