//June 27, 2009//
Suddenly I just miss being in Bandung. Haha, another reality check. And finally, it’s just 2 days before my internship was over. Yeah, finally.
//June 27, 2009//
Suddenly I just miss being in Bandung. Haha, another reality check. And finally, it’s just 2 days before my internship was over. Yeah, finally.
//June 26, 2009//
Sehabis menonton Debat Capres 2009-2014. Haha, saya hanya warga biasa yang tidak terlalu tahu tentang pemerintahan dan negara. Tetapi saya memuja acara Debat Capres ini karena acara ini terbukti dapat mencerdaskan bangsa. Selain memberikan overview atas kondisiĀ asli negara saat ini, tetapi juga memberikan pandangan kita atas sakralnya pengetahuan tentang si Capres sebelum tanggal 8 Juli 2009. Saya menggarisbawahi kata asli, karena itu pandangan orang ‘atas’ terhadap permasalahan2 negara, dibanding mengkritisi terlalu banyak tanpa tahu dasar masalah, solusi, dan langkah ke depannya, malahan pada akhirnya mengatasnamakan segalanya sebagai ‘salah pemerintahan’.
Dalam debat Capres malam itu, juga dibahas tentang jumlah pengangguran terdidik Indonesia yang mencapai 50.3 % sedangkan jumlah wirausahawan hanya ada di tingkat 2 %. Membuat saya bertanya kepada diri sendiri.
Apa yang bisa saya lakukan?
Haha, klise. Semua orang pasti (atau harusnya) pernah memikirkan kalimat ini. Saya bukan ekstrimist nasionalis yang biasa berteriak-teriak membela rakyat. Saya hanya warga biasa yang suka menonton bulutangkis dan ikut berteriak. Ataupun mengutuk kebiasaan pemukulan wasit dan tawuran massal setelah pertandingan bola. Saya hanya sadar, bahwa KITA adalah bangsa yang besar.
Potensial adalah kata yang harus dijunjung. Dan kaya adalah kata untuk bangsa kita. Cukup butuh kesadaran, untuk tahu bahwa kita harusnya punya BANYAK untuk maju. Cukup butuh kesadaran, untuk yakin bahwa kita harusnya BISA untuk membuat segalanya lebih baik. Jangan menutup diri untuk sekedar mengutuki keadaan tanpa berbuat apa-apa.
Rumput tetangga memang selalu lebih hijau. Tapi BUKAN BERARTI kita tidak mampu.“Go Taufik. Go Indonesia.” Kemenangan Taufik berarti kemenangan Indonesia. Ya, cukup butuh kesadaran untuk merasa yakin bahwa kalau satu dari kita bisa berbuat banyak, kenapa kita tidak?
Saya tidak sok-sok an berkata nasionalis, tapi jangan melulu memikirkan diri sendiri. Yang penting cari kerja, dapat uang, membangun keluarga, memakmurkan saudara, apa itu Indonesia? Hanya sekedar tempat berpijak? Sekali lagi, hanya sebuah renungan untuk saya. Sebuah renungan besar.
Apa yang bisa saya lakukan untuk Indonesia?
//June 02, 2009//
Ngetik ngetik, buka internet, baca baca buku, dikasih bahan materi, makan siang baca lagi, dikasih buku KP tahun lalu, baca lagi, ngetik ngetik lagi, ngeblog deh…
Haha, hari-hari yang aneh. Kayaknya saya nggak cocok kerja di kantor nanti.
//May 31, 2009//
I left. Today. Heavy, but it has to be. Heart still flying. But believe me, I’ll stay.
//May 30, 2009//
I just run. Too much, that I’m too tired to do anything else. Why do others don’t run the same way as I do? People said I run a lot. Yes. They said slow it up. But, I just need to run. It’s for them. I run, so everybody can do slow walk. That’s why I just keep on running.