Would I Still Write It?

I’m a huge mess, drowning in rose-colored lake.

Searching for meaning.

I thought I’d found one, like everybody else.

In somewhat of an enlightenment and revelation.

Turns out, I’m the firecracker.

Ready to crack, burning in a circle.

I’m a loose cannon.

Causing havoc everywhere I go.

But I dreamt of sunrays and became one.

Giving warmth until I run out of it.

Can I still do that?

Would I believe it?

Produk Ramadan Hariku Studio

Sebenarnya, aku belum pernah menuliskan tentang proses re-branding Kawung Living ke Hariku Studio di sini. Walaupun re-branding-nya sudah dari tahun 2021, tapi mungkin akan kuceritakan di lain waktu. Hari ini aku mau menulis tentang produk-produk yang aku buat untuk Ramadan.

Ramadan itu peak season-nya orang Indonesia dalam perbelanjaan dalam setahun, brand-brand hijab dan fashion bahkan menyiapkan koleksi lebaran itu setahun sebelum. Iya, SETAHUN. Karena memang event Ramadan itu dianggap sangat serius dan potensial.

Untuk yang tertarik baca-baca, ini ada beberapa insight via Think with Google, TikTok, dan Tokopedia.

Read more

Belajar Tentang Belajar

(Ditulis di bulan November 2024)

Minggu kemarin, anak pertamaku baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-5! Beberapa hari kemudian, di acara presentasi bulanan sekolah, ketika ngobrol sama ibu-ibu lain, aku ditanya apakah anakku akan mengulang TK B atau masuk SD. Jujur, aku juga tidak tahu jawabannya. Aku baru menyadari bahwa benar yang orang-orang bilang, aku lempeng banget menghadapi hidup :)) Ketidakambisan ini, apakah sebuah blessing atau curse? Haha.

Sebenernya, aku tidak punya rencana yang matang soal sekolahan anak. Waktu itu, anakku masuk TK A di umurnya yang baru 3 tahun karena memang aku tidak sanggup lagi menstimulasi dia di rumah, apalagi ada tambahan anggota keluarga baru. Kebetulan memang sekolahnya ini bisa mulai masuk kapan saja, tidak mengikuti jadwal tahun ajaran yang pakem. Hari Jumat mencoba trial sekolah, Senin langsung masuk dan bayar SPP. Aku mengira anakku akan dimasukkan ke Kelas Bermain, but somehow he tricked everyone else to believe that he is able to learn in kindergarten. Tentunya ada beberapa kesulitan, tapi di setiap pertemuan dengan guru entah kenapa aku selalu dikasih tahu bahwa anakku mampu mengikuti kegiatan sehari-hari dengan baik. Progress-nya selalu terlihat dan kalaupun ada kesulitan, ada juga kemauan untuk menghadapinya (walau harus diberi motivasi tambahan). Jadi waktu dia direkomendasikan naik ke TK B, aku juga cukup kaget.

Read more

What Does Freedom Mean?

Sebelum anak perempuanku menginjak 1 tahun, kalau lagi keluar rumah banyak yang orang yang suka bertanya apakah anakku itu perempuan atau laki-laki. Aku biasanya menganggap itu basa-basi biasa aja dari orang yang tak dikenal (orang Indonesia kan terkenal ramah, ya?). Tapi kadang ada beberapa yang suka melanjutkan obrolan dengan, “Lho kok, perempuan nggak pakai anting?”. Aku anggap juga itu basa-basi biasa, because I’m not really that deep :)) Tapi lagi, kemudian ada yang menambahkan, “Kasihan dong, kalau nggak pakai anting?” Nah, ini kadang yang bikin bingung. Kenapa harus kasihan? Karena tidak punya tindikan di telinga?

Di salah satu bukunya Dare to Lead, Brene Brown pernah membagikan sebuah list of values, yang dalam praktek kehidupannya, bisa mencerminkan hal-hal apa yang terpenting dalam hidup kita. Dengan mengetahui hal-hal apa yang menjadi nilai utama hidup, kita bisa lebih terarah dalam menetapkan tujuan dan keinginan. Exercise-nya terlihat mudah, pilih 2 dari daftar nilai yang ada. Kenyataannya, banyak yang mengalami kesulitan memilih dari daftar tersebut.

Read more

Small Booth of Cuteness

At this point, it is safe to assume that everyone is chronically online. Social media has become the social norm (well, thanks to the pandemic). Everyone probably has their favorite social platforms, but nowadays it is all about content creation or personal branding. Sometimes it is too staged, sometimes it is too raw. So, writing here, on this lonely blog, feels more peaceful.

During the last 5 years, I received pingbacks and comments that were interesting. Some were written by a stranger who asked me, Do I still want to be Endoh Kenji? One time, there was a teenager who told me that his parents also lived in the neighborhood where I grew up and asked me if I still had photographs of Dynasty Cinema (because his parents were a frequent audience of the cinema).

I don’t know why they are stranded here, but this little space full of writing is the record of my existence. I’ve been on my angst era, my hopeful idealist era, and my wibu and K-pop fans era. Though I don’t know what era I am in right now, I still want to write here.

Oh, if I’m asked to choose which is my favorite social platform, I will answer Pinterest. It’s a lonely and peaceful place where all the cool and aesthetic people are gathered. You’re not going to be judged, because nobody lives there. But I love their algorithms (I cannot believe I was writing it)!

Read more