Kadang, ada waktu di mana kita mempertanyakan keberadaan diri untuk kemudian memilih untuk berhenti dan kembali menjalani hari seperti biasa. Entah karena memang ingin melupakan sejengkal kegelisahan, atau memang ingin mengambil aksi dari semua kesimpulan. Saya nggak suka berpikir terlalu panjang dan saya lebih suka mencari jawaban lewat hal-hal kecil dalam keseharian, jadi ketika pertama kali mengalami depresi saya nggak tau harus berbuat apa. Saya beruntung nggak punya keinginan sedikitpun untuk mengakhiri hidup ataupun mencari jawaban lewat ketergantungan, tapi nggak sedikit orang yang seberuntung saya.
Beberapa waktu yang lalu, sempat beredar berita-berita seputar bunuh diri. Mulai dari vokalis band rock favorit sampai orang asing yang tidak saya kenal. Saya beberapa kali berkata bahwa yang namanya berita sensasional dan kemalangan pasti lebih cepat beredar di masyarakat. Saya kembali menyayangkan banyaknya lembaga berita yang terlalu mengekspos hal semacam ini secara berlebihan. Imbasnya, pusat solusi dan lembaga masyarakat sibuk menginformasikan nomer hotline yang dirasa bisa membantu orang-orang yang memang mengalami depresi yang amat sangat dan memikirkan mengakhiri hidup. Kata depresipun kemudian mengalami penurunan arti dari istilah medis menjadi kata kerja sehari-hari.

