The Cold Room

It’s three in the morning.

And the room has never looked this quiet before.

It’s too cold and I can’t feel my feet.

This might be the longest hours we need to defeat,

with thoughts beyond space and looping playlist between our ears.

Can we really survive this one too?

How many hours left?

How the wall feels there?

All the little thoughts and the big debates.

Is it matter now?

It’s still cold and I still cannot feel my feet.

Maybe, this is the cold that will last longer than we thought it would be.

But we don’t have Pause button anymore.

Let’s survive another night so we can meet yet a warm morning soon.

A Day in Pattern Making

Selama setahun ke belakang, saya semakin menekuni yang namanya Pattern Making. Pertama banget memulai Kawung Living, saya cuma bisa design dengan Photoshop dan kalau ingin membuat suatu produk dengan pattern yang sama, saya bakal membuat design-nya khusus untuk produk itu saja. Misalnya produk bantal yang berbentuk kotak yang ukurannya 40 x 40 cm, maka saya bakal mulai dengan blank canvas sebesar 40 x 40 cm. Design tersebut kadang nggak bisa semerta-merta diaplikasikan ke produk Mug misalnya, karena bidang areanya saja sangat berbeda. Produk Mug yang saya buat biasanya memerlukan ukuran design persegi panjang dengan ukuran 9.5 cm x 20 cm. Ada kalanya, hal tersebut menyita waktu karena saya harus mengulangi kerja, melakukan proses skala yang berulang, dll. Belum lagi karena design-nya dibuat dalam bentuk pixel, tentu ada resiko design-nya pecah kalau ingin diaplikasikan ke media yang lebih besar.

Lama kelamaan, saya merasa harus mulai belajar membuat seamless pattern di Illustrator. Kalau ditanya apa sih bedanya, gampangnya seamless pattern itu kanan kiri atas bawahnya bisa nyambung. Jadi kalau di-repeat dari berbagai arah, bisa terlihat seamless dan nggak ada bekas sambungan.

Di luar negeri sendiri, yang namanya pattern designer atau surface pattern design adalah sebuah jurusan design yang sudah umum. Salah satu kanal mereka menyalurkan hasil karyanya adalah situs seperti Spoonflower atau Print All Over Me.

 

 

Saya pernah membuat video singkat ini sebagai gambaran bagaimana step by step saya dalam design pattern.  Ada beberapa teman yang menanyakan lebih lanjut tentang proses ini. Walaupun terlihat sederhana, tapi ada beberapa hal yang “teknis banget” dan cuma bisa dipahami kalau kita semakin banyak berlatih. Jadi untuk kali ini, saya mau menceritakan yang gampang dipahami, yaitu proses singkat menuangkan ide sampai bisa jadi pattern yang bisa diaplikasikan ke berbagai produk. Karena dari ide sederhana saja sebenarnya banyak yang bisa kamu buat.

***

Post ini sendiri dibuat berdasarkan pengalaman saya membuat pattern sederhana dalam waktu kurang dari 24 jam di suatu weekend. Waktu itu, saya post proses saya ke IG story, jadi kebetulan dokumentasinya masih ada.

Read more

​I Want to Wake Up All Night and All Day, Not Caring for Any of You

Lately, I cannot relate to any of you.
I don’t understand the language.
I don’t agree with the thoughts.
I don’t know that kind of feeling.
I don’t find it attractive.
I don’t want to know all the extra details.
I don’t want to be asked.
I don’t want to tell you stories.
I want to be invisible (but sadly cannot).
Maybe I’ll build a wall and dig gutters (so you will not see any of me).
The truth is, I’m afraid not to be like you,
where I’m supposed not to.

But for now, let’s build a wall, dig gutters, and be invisible.