Kamu dan Debu

Blogwalking memang kejam.

Kalau memang ada satu hal yang harus diambil dari prinsip Bhinneka Tunggal Ika itu cuma keberagaman. Tinggal di Indonesia mematuhkan kita untuk memahami hal itu dalam-dalam. Makna maupun tindakan yang harus diperbuat. Kenyataannya, rasisme dan sifat superior adalah alami. Semua makna ditinggalkan begitu saja ketika Si Benar merasa benar.

Saya rasa banyak orang-orang hebat yang merasa hebat dengan prinsip diri dan pendapat idealisnya. Banyak orang-orang yang mengagungkan dirinya karena merasa kuat. Dipuji sedikit dan merasa besar. Akui saja, kita semua lemah dan rapuh. Tersentuh sedikit lalu pecah dan bertabur.

Semua orang berhak mendefinisikan dirinya, entah benar atau bohong. Entah asli ataupun palsu. Apakah merasa diri sendiri benar adalah kesempatan untuk berkata bahwa kita lebih baik dari mereka? Tidak semua orang bisa menjadi inspiratif untuk banyak orang, tapi semua orang bisa menjadi inspiratif untuk orang lain. Teman saya Liza baru pulang dari Bromo dan menyaksikan seorang kakek tua kekeuh menaiki tangga Bromo dengan kakinya sendiri. Apakah cerita sang Kakek lebih tidak inspiratif dibanding cerita seseorang teman yang ikutan Indonesia Mengajar contohnya?

Saya dan kamu hanya debu, berterbangan lalu menghilang. Biarkan debu-debu lain menemukan tempatnya dan tidak perlu memandang rendah kepada sebutir debu yang jatuh lebih dulu. Pengandaian saya jelek sekali, tapi saya benar-benar serius. Memahami hal-hal macam keberagaman adalah sesuatu yang sulit karena maknanya sangat luas. Tapi saya ingin benar-benar bilang bahwa: mungkin kamu tidak lebih baik daripada mereka.

Saya masih ingin percaya bahwa sulit menjadi seorang idealis, tapi lebih sulit lagi menjadi seorang idealis yang mau mendengar dan menerima perbedaan. Selamat.

Di antara

Di antara senja dan malam, tercecer banyak kata di penjuru kota.
Seperti menemukan rumah di dalam keremangan malam.
Bersama para pejalan yang kesepian.
Kita tak ubahnya seperti mereka, mencari jalan pergi dan kemudian pulang.
Kehilangan kesempatan dan kehilangan arah.
Menemukan kamu sama seperti menemukan jalan pulang.
Seperti sesuatu yang tak pernah hilang.

Dalam 10 jam perjalanan kereta, momen serasa magis yang tertinggal gelap.

Saya. September Ini.

September sebentar lagi berlalu, 2012 juga sebentar lagi berakhir. Setiap tahunnya, saya percaya bulan Oktober selalu menjadi bulan baik. Karena sugesti itu, mungkin saya jadi berusaha lebih keras dan Tuhan selalu memberikan banyak jalan untuk mencapai si sesuatu yang entah apa itu.

Minggu depan akan menjadi hari terakhir saya bekerja di perusahaan saya yang sekarang. Selama 1 tahun 5 bulan, saya mendapatkan lebih dari apa yang saya harapkan untuk sebuah pekerjaan pertama. Akhir Oktober nanti, saya akan memulai bekerja di tempat baru, masih sebagai Instrument Engineer. Tapi entah dengan berkah ataupun tantangan apa lagi.

Banyak yang saya pertimbangkan sebelum memutuskan pindah, banyak keraguan yang perlu dipecahkan. Tapi anehnya, keraguan itu hanya bertahan beberapa hari (tapi ketakutannya berlangsung berhari-hari :P). Banyak kalimat ‘jika’ dan ‘mungkin’ yang harus saya yakinkan sendiri. Saya tidak meminta banyak pendapat orang lain, saya hanya banyak bertoleransi dengan diri sendiri dan berdoa agar jalan saya dimudahkan dan diberkahi.

Keraguan utama saya remeh, saya ragu karena gaji yang saya terima nanti tidak terlalu besar perubahannya :)) Saya geli sendiri dengarnya, sejak kapan ya saya mulai berubah menilai segalanya lewat uang. Memang banyak yang ingin saya wujudkan tahun depan, mulai dari membiayai adik saya kuliah, mau punya usaha kaos (ha!), ataupun misi-misi pribadi sendiri. Tak bisa dipungkiri, semuanya butuh uang. Tapi kemudian, saya bertoleransi dengan diri sendiri. Saya mencoret pos pos pengeluaran saya setiap bulan, mengurangi sana sini, dan akhirnya saya yakin untuk melupakan masalah gaji. Setahun kerja masih waktu yang sebentar, saya masih remeh-remeh saja, dan saya tidak pintar-pintar amat seperti teman-teman saya yang mendapat lonjakan gaji besar-besaran. Sayapun berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, melupakan banyak perkataan orang lain, dan akhirnya memutuskan untuk menandatangani kontraknya.

Walaupun nantinya, saya harus lebih keras lagi bertarung dengan kepadatan ibukota, karena tempat kerja saya yang baru akan lebih jauh dari rumah. Banyak yang menyayangkan kenapa saya mau mau saja digaji segitu dengan beban pergi ke kantor yang lebih berat, tapi saya bukan saya kalau nurut orang :)) Ayah dan Ibu saya awalnya juga tidak rela, dan menyuruh melanjutkan tes di suatu perusahaan BUMN. Tapi mereka tetap orang-orang yang paling mengerti saya, mereka tahu, saya cuma bisa belajar lewat ‘waktu’. Sekutu terkuat yang pernah diciptakan di muka bumi. Berkawan dengan ‘waktu’ bertahun-tahun membuat saya fasih bagaimana menunggu dan bersabar. Dua hal yang sudah cukup saya lupakan setahun belakangan. Memilikinya lagi di sisi saya, seperti mendapat ketenangan yang luar biasa.

Ada waktu-waktu dimana banyak kalimat tidak enak yang dilontarkan teman-teman saya sendiri (entah sengaja atau tidak, entah nyindir atau bukan, tapi kadang ouch juga rasanya), tapi lagi-lagi, saya bukan saya kalau tidak peduli :)) Akhirnya, saya menyadari berkah yang saya punya. Saya tidak pintar, tidak jagoan olahraga, tidak bakat seni atau yang lainnya, tapi saya pendengar yang baik. Saya mendengarkan hati saya dengan baik, dan saya tahu kapan saatnya untuk tidak mendengar. Berkah yang akan selalu saya banggakan sampai kapanpun.

Satu hal lagi yang membuat semangat adalah: saya (dengan tidak mikirnya) memutuskan pergi selama kurang lebih 3 minggu sebelum memulai pekerjaan saya di tempat yang baru. Saya akan mengunjungi berbagai tempat yang sebelumnya cuma pernah saya mimpikan (termasuk naik kapal bajak laut yang saya idamkan dan mencoba naik trayek kereta baru Malioboro Express :D). Saya menarik semua tabungan saya dari rekening, menyusun rencana perjalanan, dan entah bagaimana sudah punya tiket dan visa untuk berangkat minggu depan. Saya bangkrut berat dan baru akan gajian lagi akhir November nanti, haha. Jadi kalau ada yang mau traktir-traktir saya selama bulan November, dengan senang hati akan diterima dan didoakan yang banyak :P

Tapi anehnya dari semua itu, saya benar-benar bisa menertawakan semuanya dan berkata: let’s celebrate life!

Untuk semua pemabuk mimpi di luar sana, selamat malam :)

PS: Saya nggak punya cukup banyak untuk membelikan oleh-oleh, tapi saya ternyata sudah memesan banyak bagasi padahal barang bawaan saya sedikit. Jadi kalau ada yang mau menitip barang, boleh lho nitip lewat akun bistip saya (tip-nya harga temen deh, haha).

To Ground, To You

Ground covers so many mysteries. Ashes, dusts, minerals, you.
Inside there, there is love. Flowing, never stop giving, never wanting back.
There is fear, inside all of us. Eating what’s beneath. Fear of losing, fear of failing, fear of loneliness.
There is one, inside all of us. Sooner I will be feeling the same.
There is time that we have to surrender all things. To the sky, to You.
Ground covers so many miseries. Like you, like love.
This is the time to surrender.
You, will always be loved.

For friends, you also, will always be loved.

Upcoming September

Some healthy suggestions for the upcoming September.

Joss Whedon’s Cabin in The Woods (2011) is surprisingly fun! It beats up thriller genre movie upside down, ripping it into pieces. A fresh, deep, thriller-slash-science-fiction-slash-black-comedy movie you need for the weekend getaway.

If you happen to know the awesome Darren Criss, you probably know A Very Potter Musical. As Zac Efron might say, “At Hogwarts, we’re all in this together”. Sure appealing :))

As cheesy as Jane by Design kicks in, I’m sure disappointed that the show has been canceled for the 2nd season. It’s kind of surprise since Jane by Design would be a perfect fit for Cosmo Girl reader :P If you happen to want a light comedy series in Devil Wears Prada-esque, this is might be a perfect choice. Gorgeous dress(es) and great indie playlist(s) might also add the excitement (my favorite so far would be Winter Air by Annasay).

Pokemon + Tim Burton = awesomeness. Love, love, love. The credit goes to Vaughn Pinpin.

And you might want to check out B.yond W.rds, a side project by the talented Puty. She writes in beautiful lines and takes amazing B&W pictures. It always amazes me how people could produces such beauty.

Though London 2012 is officially over, there must be some spaces left to see the gorgeous photos from last Olympic events. Here’s one of my favorite from Rhythmic Gymnastics.

Feeling bored? Try Doodle God, addicting~. Sure it is a predictable game, but you won’t get Kahlil Gibran’s quotes or even non sense proverb in other games.

The Adventure Project. I’ve been in love with the organization and the lovely Becky Straw (another girl crush and blog struck :D) for a long time ago. I really do share the same philosophies as the fellow in The Adventure Project. In order to really create a sustainable change and tackle poverty, we have to change the way we give. We have to create jobs. The proverb was right “teach a man how to fish, and you have fed him for a lifetime”. By giving the tools and resources, they can generate income and take care of their own family. I love the campaign and how they engage to their stakeholder.

The Jakarta Globe, one of English daily newspaper focusing in Jakarta region, also started a few actions for good. Count Me In gathers some of non-profit social organizations in greater Jakarta and help them spread the cause. So, there will be no more ‘I want to help but don’t know where to start’ kind of people. They connect you with the most inspiring social organizations and giving you a chance to volunteer on various social events. They also send frequent newsletter about upcoming events and how to participate in it. Some of the organizations are the famous Sahabat Anak (a non-profit organization that provides education and children’s rights advocacy to encourage Jakarta’s street children), Taman Bacaan Pelangi (a social project to establish children’s libraries in remote areas of eastern Indonesia), Yayasan Hidung Merah (an arts and education program to empower Indonesia’s underprivileged youth through the use of circus and other arts), etc.

As another beautiful month passed, what change have you made to yourself?