Lazy Guide untuk Packing Light Ketika Travelling

Sewaktu berpergian, baik untuk liburan singkat sewaktu weekend ataupun seminggu lebih ke luar kota, saya selalu suka momen packing. Walaupun kadang ditunda sampai H-1 (ataupun Jam-XX), kayaknya waktu packing adalah salah satu waktu di mana saya paling menikmati dunia, haha. Saya pernah menangis di toilet umum waktu berpergian sendirian karena barang yang saya bawa terlalu berat (it sounds silly but it did happen!). Tapi lama-kelamaan, saya jadi bisa memilah apa yang sebaiknya dibawa dan apa yang kurang penting. Saya sampai punya list barang wajib yang harus dibawa di notes yang ada di handphone. Makanya kali ini saya ingin berbagi beberapa hal yang saya pikir penting di-consider ketika packing dan brand/barang favorit yang selalu saya gunakan. Saya juga mencantumkan beberapa merek lokal yang saya suka.

Tips pertama ketika packing tentu saja mengetahui tempat tujuan, durasi perjalanan, dan yang tak kalah penting: cuaca. Untuk musim panas/hujan tentu saja alokasi pakaian harus lebih banyak daripada berpergian di musim dingin misalnya. Pikir dua kali kalau kamu ingin membawa buku ataupun barang elektronik yang berat, apakah bisa dialihfungsikan dengan barang yang lainnya misalnya. Misalnya membawa dalam bentuk pdf ataupun e-book untuk buku, ataupun print peta dalam lembaran daripada membawa travel guide yang berat.

Read more

The Unashamedly Idealistic World of The Newsroom

Setiap beberapa periode waktu, saya kerap menonton ulang serial TV favorit yang menurut saya tak lekang oleh waktu. Tahun kemarin, saya menyempatkan menonton ulang LOST dan masih jatuh cinta dengan bagaimana ketegangan terus dibuat setiap episodenya. Tapi sebenarnya, ada satu serial TV yang selalu saya ulang hampir 2 kali setahun, judulnya adalah The Newsroom.

Aaron Sorkin menciptakan sebuah drama yang berfokus tentang benturan jurnalisme ideal dengan tekanan masyarakat maupun kepentingan-kepentingan sosial. Season pertama The Newsroom tayang di HBO pada tahun 2012 dan berakhir pada season ketiganya di tahun 2014. Selama 3 tahun masa tayangnya, The Newsroom hanya memiliki 25 episode yang membuatnya padat dan sarat makna. The Newsroom tidak memiliki review yang terlalu tinggi di beberapa situs rangking seperti Rotten Tomatoes atau Metacritic karena kontennya dianggap terlalu cynical ataupun terlalu idealis. Beberapa episodenya dikritik dengan keras karena banyak hal yang terkesan terlalu menyindir bentuk-bentuk jurnalisme masa kini, dimana seharusnya fakta dan integritas ada di atas iklan dan trafik kunjungan.

Read more

Spring Breeze

Though I’m not celebrating Spring, we should agree that March is a sign of warmer weather. Indonesia is poured by heavy rain since the beginning of the year and the political heat hasn’t worn off ever since. But as March is the closing month of the first quarter of 2017, I want to make sure that I don’t let the year goes by too fast. Since I haven’t posted any random list for this year, here’s a few exciting things I’ve found so far.

(image from here)

Project Style gives us a gift in a shape of collaboration from Disney and few of our local brands. The brands include some of my favorites, like Kandura, Limawatch, and shopatvelvet. The results are interesting, look at those watches!

Read more

Now Scrolling, Vol. 1

Buat saya, sekarang ini scrolling timeline Instagram itu kadang terasa sinful karena sengaja atau nggak sengaja jadi lebih sering “ngurusin urusan orang lain”. Makanya saya (sebisa mungkin) menghindari banget yang namanya follow artis yang lagi kena kontroversi ataupun akun-akun gosip. Padahal mah sebenernya karena nggak ngerti aja bahasanya, sumpah kita sama-sama pakai Bahasa Indonesia tapi kok susah banget paham kode-kodenya :)) Terlepas dari itu, Instagram tetap salah satu social media yang sekarang paling saya sukai karena berbasis konten visual. Saya dengan mudah bisa menemukan berbagai macam inspirasi dari artist/designer/illustrator baru yang kemudian saya idolakan. Sekarang ini, saya lagi hobi-hobinya follow beberapa textile designer dan artist dari Jepang. Gaya design mereka benar-benar out of the box banget deh, karena kadang bisa memperlihatkan kesederhanaan walaupun designnya ramai (@yasunobujubilee) ataupun bisa memberikan sentuhan khas kepada apapun medium karyanya (@chickennot).

Nah kali ini saya mau berbagi akun idola-idola saya di Instagram dengan tema, artist Indonesia! Ternyata banyak banget artist dan designer dari Indonesia yang baru saya temukan lewat scrolling timeline di Instagram. Selain konten positif dan semangat kreatifitas yang ditularkan, post mereka selalu bisa membuat timeline saya lebih berwarna.

Read more

The Color of Each Worlds – 500 Days of Summer in Colors

One of the reasons I fell in love with movie making (or movie in general) is the fact that it could be something completely complex or straightly simple. The golden rule of movie plot that goes someone-wants-something-and-get-into-other-things-in-between is often dolled up by many forms of storytelling. The storytelling could involve a lot of things, from dialogue to how the scenes are shot, from the wardrobe to how the scenes are cut. And sometimes, Colors.

In one of the most tragic rom-com movie of all time, 500 Days of Summer is not only trying to captivate our heart and ears (the soundtrack are all amazing!), but it also tries to please our eyes with colors. The foreshadowing of the story is brilliantly told by heavy used of colors.

Read more