The Drama We Live Within

american-crime-story

Yesterday, I was stunned watching American Crime Story’s first episode. The People vs OJ Simpson.

Ryan Murphy is one of a kind.

popular

Murphy started his career by creating a teen drama titled Popular (1999). A series of two opposing high school girls forced to get along when their parents decided to get married. The series surprisingly played in local TV station back in those days and I genuinely love it.

Read more

The White Hallways

You remember being young(er).
Where all the hallways are painted white and the light is brighter.
There’s a door in the end of the hallway and you know it leads to somewhere new.
You never doubt to open it and pretend to be someone else.
New adventure always awaits.

You always forget half of the story or the story behind the previous door.
But then it’s okay.
New adventure always awaits.

There’s a silver lining for everything.
There’s no fear frightened you enough.
New adventure always awaits.

It’s not a nostalgia.
Because you’re still being you after all these years.
You’re feeling weird, because everybody doesn’t.
They fear not providing enough, or planning enough, or thinking enough.
New adventure always awaits, if you’re thinking enough.

But then, you’re not everybody.
You’re not even young(er).
You try to forget the thoughts.
You don’t want to think too much.
Luck favors the beginner.
Let’s stay the same for couple of years.

The Number Game

2, 3, 4.
Shotgun blaze.

5, 6, 7.
Bloodbath.

21, 22, 23.
The famous tower.

34, 35, 36.
The Cambodian restaurant.

49, 50, 51.
The news outlets’ rampage.

60, 61, 62.
Paris.

74, 75, 76.
Beirut.

77, 78, 79.
Baghdad.

83, 84, 85.
Lebanon.

90, 91, 92.
Syria.

105, 106, 107.
Iraq and all countries suffered from the previous attempt of people’s act of selfishness.

118, 119, 120.
It is not about how many and the number you wrote on the screen.
Or the name of the city.
Or the name of the country.

127, 128, 129.
There is nothing more suitable than differences.
To be the blame for everything.
People will defend everything until they feel superior.
Or safe.

Ironic.
The common things left out of them, actually belong to one title.

Human.
You are not different with any of us.
And how dare you, playing God while walking on earth.

***

And today, let’s take a moment of silence for all ignorant, who pretends to care. Or not to care. Or just here to correct the fact and present the number. May the thoughts be forgiven.

And for people who found the unnamed street on the other side of the world, it’d be nice to touch the rainbow’s end. Until then, you know you’ll be missed.

Cerita Para Pengguna Jalan

[dropcap]A[/dropcap]wal tahun 2015 ini, masyarakat di kota besar cukup gempar dengan kehadiran Gojek. Walaupun sudah beroperasi dari tahun 2011, keberadaan apps Gojek di handphone menurut saya merupakan turning point dari kepopuleran Gojek. Seperti biasa, masyarakat Indonesia sering sekali latah. Keberadaan transportasi berbasis apps menggunakan armada ojek ini kemudian mulai menyebar seperti virus. Muncullah ojek-ojek lain, seperti BluJek, Taxi Ojek, LadyJek, dll, dst. Tapi dua raksasa penguasa bisnis ini tetap Gojek dan Grabbike.

Sebenarnya saya tidak terlalu suka kendaraan bernama motor dan dulu berkeinginan untuk menciptakan game berjudul Smash The Motorcycle!, dimana misi saya adalah menghancurkan motor sebanyak-banyaknya dengan palu dan special stage-nya menghancurkan motor memakai bulldozer :))))

Don’t get me wrong, saya tidak anti dengan line business ini. Saya sendiri sering menggunakan service Gojek terutama GoSend dan GoFood (semasa masih promo). Terus terang saja, saya jarang keluar rumah di waktu weekend dan karena keperluan pengiriman barang dari Kawung Living, keberadaan Gojek ini sangat membantu saya untuk pengantaran dalam kota. Fasilitas Gojek sendiri adalah yang paling jarang saya pakai (karena jarak rumah kantor hampir 20 km, jadi kemungkinan driver yang mengambil pesanan saya hampir tidak ada, haha). Untuk transportasi jarak dekat yang tidak ada akses, saya juga masih sering memakai ojek pangkalan.

Menurut saya, Gojek adalah perusahaan yang baik, mampu melihat peluang dengan baik, dan bermisi baik untuk meningkatkan taraf hidup banyak orang. Keberadaan GoMassage, GoMart, GoBox, dan banyak cabang bisnis Gojek lainnya memperlihatkan kepiawaian Gojek dalam melakukan diversifikasi bisnis. Membuat standar harga dan menghubungkan banyak penyedia jasa ke konsumen adalah dua poin penting yang ingin diusung Gojek. Tapi dari semua itu, saya cenderung tidak ingin Gojek maju di bagian transportasi dalam kota Jakarta (haha, spesifik ya?).

Saya sendiri memang lebih memilih menggunakan transportasi publik macam TransJakarta atau angkot daripada ojek. Salah satu alasan utama saya adalah mengurangi emisi (ceilee) dan saya mau percaya dengan transportasi umum. Ketika Gojek disebut sebagai alternatif transporstasi ibukota, saya sedikit sangsi. Karena pada dasarnya, saya tidak ingin pemerintah daerah, operator transportasi umum, maupun Organda terlena karena keluhan masyarakat terhadap transportasi umum berkurang karena adanya alternatif ini.

[divider type=”dashed” color=”red” width=”85%”] Read more

INSPIRATION: Art Prints

[dropcap]K[/dropcap]alau ditanya siapa teman yang paling bikin iri, buat saya jawabannya yang sudah bisa cicil rumah (atau mungkin bayar cash, who knows?) sendiri. Salah satu alasan saya dan Liza memulai Kawung Living juga karena senang berkunjung ke toko perabotan rumah tangga. Saya yakin keinginan mengisi rumah pasti dimiliki manusia pada umumnya (yang konon katanya biayanya bahkan sama dengan harga rumah). Saya pembaca setia Living Loving dan A Beautiful Mess. Seri Happy Nest dari LL juga adalah seri yang tidak pernah saya lewatkan. Elsie & Emma, co-author ABM, juga sedang sama-sama merenovasi rumah mereka masing-masing. Jadi akhir-akhir ini, tema decor semakin sering dibahas oleh kedua blog ini. Kalau rumah di luar negeri sih nggak usah ditanya soal luas bangunan atau ‘kehijauan’-nya. Pokoknya jangan dibandingkan dengan kawasan padat penduduk di kota besar macam Jabodetabek :)) Ja-nya harus dicoret karena buat saya yang baru 4-5 tahun memulai karir, daerah Jakarta memang cuma bisa dimiliki kalangan elit saja (but who knows?).

Muji Hut(image from here)

Berbicara tentang luas dan space, kemarin saya sempat membaca artikel tentang brand MUJI yang baru saja merilis desain MUJIHUT. 3 rumah mungil yang super fungsional dan minimalis. MUJI sendiri sebelumnya sudah pernah mengeluarkan desain vertical house di tahun 2014 yang lalu. Sila berkunjung ke tautan ini untuk melihat beberapa desain rumah yang super mungil lainnya di Jepang. Jepang memang konsisten bikin kyaa-ness overload.

Karena sekarang ini saya belum mampu membeli rumah, saya mau memulai seri INSPIRATION. Isinya beberapa barang yang setipe dan menurut saya, worth sharing. Nah, tema yang mau saya bahas di seri ini mungkin kebanyakan adalah perabot rumah tangga. Kenapa judulnya bukan Imagining Future Home misalnya (haha), mungkin karena saya tidak mau menutup kemungkinan untuk tema lainnya di kemudian hari. Tema pertama yang mau saya bahas: Art Print!

Read more